Selasa, 17 Juli 2018

SOSOK



Setiap malam, kau selalu menemuiku. Kau berlari ke arahku dengan kencang. Dengan membawa sebuah pisau ditanganmu, matamu menatap dengan seram. Badanmu tinggi dan besar. Kau seram, semua orang terlihat takut melihatmu. Kukumu tajam, kepalamu tak berambut, bibirmu hitam. Kau sangat tegap, kakimu sangat panjang, tanganmu pun begitu besar. Sepertinya, sebuah pisau ditanganmu bukan apa-apa bagimu.

Ketika kau lama berlari, kau mulai memelankan langkah kakimu itu. Perlahan-lahan kau berjalan ke arahku. Pisau yang kau pegang, kau arahkan tepat di depan wajahku. Kakiku lelah, jantungku berdebar sangat kencang, bulu kuduk-ku merinding, tanganku berkeringat, dahiku basah, wajahku sangat pucat dan pikiranku tak bisa menemukan siapa kamu.

Bukan hanya aku yang kau takuti. Kaupun menakuti kaum-kaum lemah yang ada dimuka bumi ini. Itu adalah kebiasaanmu, yang mungkin sudah menjadi rutinitasmu. Banyak anak kecil menjerit ketakutan. Tangisannya memecahkan kesunyian malam. Air mata seperti tsunami dipipinya. Mereka semua berlari sambil berteriak “Mama... Mama...., tolong aku”. Bukan hanya anak kecil yang sangat ketakutan. Tetapi kau menakuti lansia juga. Kaupun tak mau meloloskan mereka. Mereka semua seperti mangsa utamamu. Padahal kau tahu dengan pasti, mereka semua tak bisa berlari. Jangankan untuk berlari, untuk melindungi dirinya sendiripun mereka sangat kesulitan.

Kadang hatiku selalu bertanya-tanya. Siapakah kamu?, Dari mana asalmu?, Dimana akal sehatmu?, dah bagaimana jalan pikiranmu?. Itu semua hanya ada didalam hati. Sekali lagi, itu semua hanya pertanyaan untukmu yang ada didalam hatiku. Jangankan untuk bertanya langsung kepadamu, ketika bola matamu melihat wajahku, kau langsung berlari kearahku dengan kencangnya. Terlihat jelas kau tak ingin melepaskanku begitu saja. Gigimu itu seperti ingin mengunyah tubuhku. Lagi-lagi hanya ketakutan yang aku dapat. Bukan sebuah keberanian untuk menanyakan semua itu kepadamu.

Senang rasanya jika sang mentari telah terbit. Kau tidak bisa menakut-nakutiku lagi. Semua orang tertawa terbahak-bahak seakan meledekmu dari bawah sini. Para lansia asyik menikmati kursi goyangnya. Anak-anak bermain dengan riang gembira. Orang-orang dewasa saling mengobrol satu sama lain. Mereka semua terlihat sangat senang meledekmu dari bawah sini. “Mungkin kau menyaksikan canda-tawa mereka dari atas sana”, Pikirku.

Diseluruh stasiun televisi banyak orang yang membicarakanmu. Berita akan dirimu sudah tersebar luas. Bukan hanya di negaraku ini. Tetapi, sudah keujung dunia. Padahal yang kulihat kau itu satu. Kau tak punya teman. Mungkin hanya sebuah pisau ditanganmu saja yang selalu kau bawa. Kau datang sedirian, sepertinya kau sangat kesepian tak punya teman. “Tapi, mengapa semua orang sangat mengenal dirimu sampai keujung dunia ini?, siapa sebenarnya kamu?”, Selalu tanyaku.

Banyak polisi mencari-carimu. Banyak pamplet-pamplet tentangmu yang sudah tersebar luas. Banyak stasiun berita yang mengungkap keburukanmu. Serta banyak pula penghuni muka bumi ini yang membicarakan kejahatanmu. Apakah kupingmu tak kepanasan mendengar semuanya?. Apakah amarahmu bisa terkendali saat melihat itu semua?. Apakah kau tertidur pulas ketika mentari terbit sampai kau tidak mengetahuinya?. Apakah kau makhluk malam hari?. Ini semua yang menjadi pertanyaan banyak orang.

Malam datang lagi. Semua aktivitas yang ada dibumi ini seakan berhenti dengan otomatisnya. Dilihatnya langit sangat gelap. Bintang-bintangpun tak bersinar. Tak ada rembulan yang menderang. Burung-burung masuk dalam sangkarnya. Nyamuk-nyamuk tak berkeliaran menjajah manusia. “Sepertinya mereka takut denganmu”, Gumamku.
“Siapa sebenarnya kau?, Mengapa mereka semua bisa berhenti secara otomatis?. Apakah kau telah memencet tombol  STOP?, Memangnya kau siapa sampai-sampai kau bisa menjalankan mereka semua dan menghentikan mereka sesuka hatimu?. Apakah kau Tuhan?. Tetapi tidak ada Tuhan yang jahat kepada umat-Nya seperti kamu. Pasti kamu bukan Sang Tuhan.”, Pikirku.

Banyak para ilmuan terkenal mencari tahu tentangmu. Dengan segala pengalaman dan keahliannya, mereka semua menggunakan rumus-rumus ilmiah yang mereka miliki. Mereka mencoba membantu dunia ini. Mereka semua orang pintar. Mereka semua adalah para ilmuan yang sangat terkenal. Mereka semua banyak sekali menemukan sesuatu yang tak pernah bisa ditemukan oleh orang biasa-biasa saja. Bukankah mereka orang-orang pintar?. Tetapi, mengapa mereka semua tidak bisa menemukanmu?. Siapa sebenarnya kamu.

Setelah semua aktivitas dimuka bumi ini berhenti, kau dengan cepatnya datang. Kecepatan kau datang seperti kilat, namun kau menghilang dengan sangat lamban. Sepanjang malam kau menakut-nakuti semua orang. Setiap malam kau berlarian mengejar mangsamu. Setiap malam emosimu memuncak. Sedikit saja, apakah kau tak merasa kelelahan?, sungguh kau adalah orang yang sangat kuat. Tubuhmu dan tubuhku dilihat sekilas sangat mirip. Hanya bedanya, kau tinggi tegap, badanmu besar, dan kau sangat seram. Namun tubuhku lebih kecil darimu dan diriku tak menyeramkan sepertimu.

Perbedaan kita hanya dari postur tubuh saja. Tapi, mengapa aku tak bisa sekuat dirimu?, apakah setiap pagi tanganmu selalu mengangkat barbel?, apakah setiap pagi kau selalu minum jamu kuat?, apakah kau seorang atlet?, apakah kau seorang penguasa dunia?, apakah kau sengaja diciptakan Tuhan untuk menakut-nakuti umat-Nya?. Sepertinya kau tak ada hubungan apa-apa dengan Tuhan. Tuhanku sangat baik. Tuhanku adalah Maha Agung. Tuhanku adalah Maha Penyayang. Tuhanku adalah Maha dari segala Maha. Seharusnya kau dihukum berat oleh Tuhanku.

Malam ini kau melepaskanku begitu saja. Matamu sepertinya tak melihatku. Aku sengaja meledekmu tepat didepan matamu. Kau mengacuhkanku begitu saja. Semua orang juga malam ini tak kelihatan. Sepanjang jalan sepi, tak ada satupun orang selain aku dan dirimu. Kulihat sekelilingmu, ada yang berbeda dengan dirimu. Kau sudah tak membawa pisau lagi. Tanganmu kosong. Bajumu bukan lagi berwarna hitam. Kau tak tinggi besar. Wajahmupun tak menyeramkan seperti biasanya.
“Ada apa dengan semua ini?”, Pikirku sejenak.

Kau melambaikan tanganmu kearahku. Wajahmu bersinar, mulutmu tersenyum kepadaku, dan kau menghilang seperti asap didepanku. Aku terjatuh. Tergeletak tak berdaya sepanjang malam. Mataku terpejam kuat dengan sendirinya. Padahal aku tak lagi mengantuk. Perasaanku terasa plong. Rasa lelahku hilang begitu saja. Rasa takutku pergi dengan sendirinya. Kuhabiskan malamku sendirian dibadan jalan ini.

Tak lama, mataku sangat silau. Kepalaku sakit, tangan dan kakiku tak bisa bergerak. Terdengar banyak suara orang mengobrol diatas kepalaku.
“Kamu sudah bangun?”, Tanya salah seorang dari mereka semua.
Kuperhatikan dengan teliti sekeliling tempat kuterbaring. Badanku rasanya sangat empuk. Udaranya sangat dingin. Banyak aroma-aroma yang tak asing masuk kehidungku. Sepertinya aku sudah lama berada diruangan ini. Terasa sangat nyaman.
“Aku dimana”, Tanyaku sambil bingung.

Mereka semua tersenyum kepadaku. Mereka sepertinya mengenalku. Kulihat disudut pojok ruangan itu, ada mama yang sedang menangis melihatku. Aku semakin bingung melihatnya.
“Ada apa denganku?”, Tanyaku lagi kepada mereka semua.
“Syukurlah kamu sudah sadar. Sekian lama kamu terbaring tak sadarkan diri di kasur ini, akhirnya kamu terbangun juga”, Penjelasan kakakku.

Mendengar itu semua, aku baru ingat. Saat pulang sekolah, aku melamun disepanjang jalan. Aku menyebrang jalan tanpa melihat kanan dan kiri. Banyak sekali pengendara yang meng-klakson kendaraannya didepanku. Pada saat itu, ada seekor kucing yang terjebak di tengah-tengah jalan. Aku berlari ingin menyelamatkannya, namun ada sesuatu yang mengenai tubuhku. Tubuhku terpental sangat jauh. Tas sekolahku berantakan di badan jalan. Banyak sekali orang yang menjerit. Kupegang kepalaku, banyak darah disana.

Tak lama, ada seorang ibu-ibu berlari kearahku. Dia menjerit minta tolong sambil menangis. Mataku sangat berat. Aku tertidur dengan sedirinya. Setelah itu, aku tak ingat apa-apa lagi. Akupun tak ingat, apakah kucing itu terselamatkan atau tidak. Dan sekarang aku baru bangun dari sekian lama tertidur.

Aku baru sadar, sosok laki-laki tinggi besar dan menyeramkan itu sebenarnya tidak ada. Itu semua hanyalah mimpi burukku selama tidur cukup lama. Aku baru mengerti, aku sangat ketakutan. Penglihatanku mengenai semua orang sangat ketakutan waktu melihat sosoknya, itu semua hanya mimpi yang menemaniku selama ini. Aku hanya tersenyum sambil mengingat wajahnya. Itu adalah rasa terimakasih kepadanya, karena dia telah menemani tidur lamaku selama ini sampai aku akhirnya terbangun dengan sendirinya.

Kamis, 12 Oktober 2017

JAKARTA (SUKU BETAWI)


Indonesia adalah negara yang memiliki banyak pulau yang di kelilingin oleh lautan dan setiap daerah memiliki kesenian dan kebudayaan yang berbeda-beda pula. Ibukota Indonesia adalah Jakarta. Rata-rata penduduk Jakarta adalah orang-orang yang besaral dari Jakarta atau suku betawi. Namun saat ini sudah banyak masyarakat luar Jakarta yang tinggal di kota Jakarta karena Jakata merupakan kota metropolitan dan kota perantauan bagi mereka yang ingin mencari pekerjaan bahnkan ingin mengubah nasip di perantauan.

Walaupun dikenal sebagai kota metropolitan, Jakarta memiliki banyak kesenian dan kebudayaan yang ada di dalamnya khususnya mereka yang asli berasal dari kota Jakarta atau suku betawi. Jakarta memang sebagai ibukota dari Negara Indonesia namun Jakarta tidak akan pernah lepas dari kesenian dan kebudayaan yang ada dan menyangkut di dalamnya. Saya akan mencoba untuk membuat artikel dan menjelaskan beberapa kesenian dan kebudayaan yang ada di Jakarta atau suku Betawi.

Kesenian dan Kebudayaan Jakarta (Betawi)

Jakarta memiliki kesenian dan kebudayaan yang beragam, dan berikut beberapa kesenian dan kebudayaan yang ada di Jakarta :

1.      Rumah Adat

Rumah adat asal Jakarta ini bernama rumah kebaya. Bentuk atap rumah yaitu perisai landai yang diteruskan dengan atap pelana yang lebih landai, terutama pada bagian teras. Bangunannya ada yang berbentuk rumah panggung dan ada pula yang menapak di atas tanah dengan lantai yang ditinggikan. Terdapat halaman rumah yang luas dan terdapat pagar paling luar dari rumah tersebut. Bentuknya sederhana dan terbuat dari kayu dengan ukiran khas betawi dengan bentuk rumah kotak ( dibangun diatas tanah berbetuk kotak). Rumah ini terdiri dari ruang tamu, ruang keluarga, ruang tidur, kamar mandi, dapur dan teras extra luas.

2.      Pakaian Adat



Pakaian adat Jakarta di bagi menjadi pakaian adat untuk wanita dan laiki-lali. Untuk laki-laki biasanya menggunakan baju koko, celana batik, kain pelekat atau pun sarung yang di taruh di leher serta peci yang digunakan, sedangkan wanita mengunakan baju kurung lengan pendek atau pun kebaya, dengan menggunakan kain sarung batik dan menggunakan kerudung. Untuk pakaina saat pernikahan pakaian laki-laki di buat Dandanan cara haji. Pakaian pengantin laki-laki ini meliputi jubah dan tutup kepala, sedang kan bagi perempuan dibuat dandanan ala nona Cina dengan blus berwarna cerah.Bawahannya menggunakan rok atau disebut Kun yang berwarna gelap dengan model duyung. Warna yang sering digunakan hitam atau merah hati. Sebagai pelengkap bagian kepala digunakan kembang goyang dengan motif burung hong dengan sanggul palsu, dilengkapi dengan cadar di bagian wajah.

3.      Seni Tari



Betawi atau Jakarta memiliki kesenian tari yang ada di daerah tersebut, diantaranya :
Tari Topeng. Tari ini sudah cukup lama di kenal sebagai tari tradisional asal betawi. Seni tari ini biasanya di gelar saat ada pernikahan, acara sunatan dan membayar nazar. Dalam Topeng Betawi, para penari memakai topeng dan bercerita lewat seni gerak. Kini tari Topeng Betawi sudah banyak dikreasikan, sehingga Tarian Betawi pun semakin beragam.

Tari Cokek Betawi. Tarian betawi yang satu ini dibawa oleh para cukong atau tuan tanah peranakan tionghoa yang kaya rayaTarian cokek ini diiringi oleh musik Gambang Kromong. Pakaian tari Cokek Betawi agak mirip dengan tarian-tarian di Cina. Ciri khasnya dari tari ini yaitu goyang pinggul yang geal-geol.

4.      Musik

Ada beberpaka musik khas Jakarta diantaranya :

Gambang Kromong. Kesenian musik ini merupakan perpaduan dari kesenian musik setempat dengan Cina. Hal ini dapat dilihat dari instrumen musik yang digunakan, seperti alat musik gesek dari Cina yang bernama Kongahyan, Tehyan dan Sukong. Sementara alat musik Betawi antara lain; gambang, kromong, kemor, kecrek, gendang kempul dan gong. Kesenian Gambang Kromong berkembang pada abad 18, khususnya di sekitaran daerah Tangerang.

Tanjidor. Tanjidor adalah sebuah kesenian Betawi yang berbentuk orkes. Kesenian ini sudah dimulai sejak abad ke-19. Alat-alat musik yang digunakan biasanya terdiri dari penggabungan alat-alat musik yang di tiup dengan, alat-alat musik gesek dan alat-alat musik perkusi. Biasanya kesenian ini digunakan untuk mengantar pengantin atau dalam acara pawai daerah.




5.      Bela diri


Betawi atau Jakarta memiliki jenis bela diri tersendiri yang bernama Pencak Silat. Bela diri ini dimainkan oleh 2 orang yang memainkan dengan menggunakan pakaian khas betawai yaitu menggunakan baju koko, ikat pinggang khas betawi serta menggunakan peci. Biasanya bela diri ini dgunakan sebagai perlengkapan pada acara pernikahan atau pentas lainnya.

6.      Makanan khas betawi

Negara Indonesia memang kaya sekali akan budaya. Bukan hanya soal adat istiadatnya saja, namun juga soal makanan yang dimiliki dari setiap daerah di Indonesia. Seperti halnya masyarakat Betawi, yang memiliki banyak sekali jenis makanan kebanggaan.

Beberapa makanan ini pasti sudah sering Anda lihat dan rasakan kenikmatannya. Nah, berikut ini adalah beberapa makanan khas Betawi yang pasti akan menggugah selera makan Anda.

a)      Kerak Telor


Kerak telor adalah satu diantara makanan khas masyarakat Betawi yangmemiliki bentuk menyerupai martabak, tetapi isinya yang beda. Kerak telor adalah gulungan telur yang dimasak di atas tungku dengan cetakan wajan berisi ketan serta ubi. Isinya inilah yang membedakan kerak telor dengan martabak telor.

Saat Anda berkunjung ke kota Jakarta janganlah segan untuk jajan kerak telor dengan harga yang cukup terjangkau. Bahkan juga di festival seperti Pekan Raya Jakarta kerak telor tentu dengan mudah ditemukan jika ingin mencicipi kelezatan dari makanan khas masyarakat Betawi ini.

b)      Gado – Gado


Gado – gado adalah makanan khas masyarakat Betawi. Bila di dunia kuliner barat dikenal salad, gado – gado adalah saladnya orang Betawi.
Gado – gado terdiri atas masakan bermacam sayuran yang umumnya dihidangkan bersama dengan lontong atau ketupat yang ditaburi dengan bawang goreng serta dilumuri dengan saus kacang dengan cita rasa yang mumpuni.

Kita dapat dengan mudah menemukan makanan gado – gado ini di kota Jakarta, karena gado – gado banyak disenangi oleh semua masyarakat tidak hanya orang-orang Betawi saja.
Kesegaran olahan bermacam sayuran tentu menambah vitamin serta gizi untuk yang mengkonsumsinya, sedangkan guyuran saus kacangnya pasti akan membuat sensasi sendiri di lidah orang yang mengkonsumsinya.

c)     Soto Betawi


Indonesia populer dengan bermacam masakan soto, masyarakat Betawi juga mempunyai olahan masakan soto sendiri yang dikenal sebagai Soto Betawi. Soto Betawi diolah dengan memakai santan dengan daging sapi, tomat, serta kentang.

Soto Betawi sangat lezat serta sangat sesuai bila dihidangkan dengan nasi putih yang hangat. Makanan ini sangat pas untuk dijadikan menu makan siang. Kuahnya yang kental dari Soto Betawi ini terasa sangatlah gurih di lidah.
Soto Betawi juga dapat menjadi salah satu makanan Betawi yang masih tetap awet serta tak hilang ditelan oleh perubahan arus modernisasi di kota Jakarta.

d)      Asinan Betawi


Bukan hanya daerah Bogor serta Bandung saja yang populer dengan olahan asinan, masyarakat Betawi juga mempunyai olahan makanan asinan yang mempunyai ciri khas sendiri. Olahan asinan ini diberi nama Asinan Betawi, karena memang di proses dengan cita rasa khas masyarakat Betawi.

Asinan Betawi ini berisi sayuran yang dihidangkan dengan kacang goreng, bumbu kacang, krupuk, cabai, serta cuka, inilah yang membedakan asinan Betawi dengan asinan yang lain terutama yang ada di Jawa Barat. Karena bentuk serta bahan dasarnya yang memanglah tidak sama, tetapi penamaan makanan dengan kata asinan memanglah menjadi titik persamaannya.

Selain ini masih ada banyak lagi budaya dan berbagai makanan khas dari Jakarta atau suku Betawi.




Minggu, 17 September 2017

Museum Fatahillah


Sebelumnya saya telah menceritakan salah satu transportasi yang saya gunakan untuk menembus kemacetan di Ibukota Jakarta menuju Museum Fatahillah. Transportasi tersebut biasa kita sebut dengan istilah “Busway” atau “Transjakarta”. Selanjutnya saya akan menceritakan sedikit mengenai sejarah Museum Fatahillah.

Museum Fatahillah memiliki nama resmi Museum Sejarah Jakarta. Museum Sejarah Jakarta sendiri adalah sebuah museum yang terletak di Jalan Taman Fatahillah No.1, Jakarta Barat dengan luas lebih dari 1.300 meter persegi. Museum ini banyak sekali dikunjungi oleh berbagai wisatawan mancanegara. Bukan hanya wisatawan mancanegara saja, tapi disana juga banyak sekali wisatawan Indonesia yang datang berkunjung untuk berlibur bersama dengan sanak saudaranya. Oleh karena itu, Museum Fatahillah ini sudah tak asing lagi bila terdengar ditelinga setiap orang.

Museum Fatahillah memiliki bangunan yang amat-amat bersejarah, yaitu pada awal mulanya, balai kota pertama di Batavia dibangun pada tahun 1620 ditepi timur Kali Besar. Bangunan ini hanya bertahan selama enam tahun sebelum akhirnya dibongkar demi menghadapi serangan dari pasukan Sultan Agung pada tahun 1626. Sebagai penggantinya, dibangunlah kembali balai kota tersebut atas perintah Gubernur-Jenderal Joan Van Hoorn ditahun 1627.

Balai kota Batavia juga mempunyai ruang tahanan yang pada masa VOC dijadikan penjara utama di kota Batavia. Sebuah bangunan bertingkat satu pernah berdiri di belakang balai kota sebagai penjara. Penjara tersebut dikhususkan kepada para tahanan yang mampu membiayai kamar tahanan mereka sendiri. Namun berbeda dengan penjara yang berada di bawah gedung utama. Penjara ini hampir tidak ada ventilasi dan minimnya cahaya penerangan hingga akhirnya banyak tahanan meninggal karena menderita kolera, tifus dan kekurangan oksigen. Penjara dibalai kota pun ditutup pada tahun 1846 dan dipindahkan ke sebelah timur Molenviley Oost. Beberapa tahanan yang menempati penjara balai kota adalah bekas Gubernur Jenderal di Sri Lanka Vuyst, Untung Suropati dan Pangeran Diponegoro.

Seperti umumnya di Eropa, balai kota dilengkapi dengan lapangan yang dinamakan Stadhuisplein. Menurut sebuah lukisan yang dibuat oleh Johannes Rach, di tengah lapangan tersebut terdapat sebuah air mancur yang merupakan satu-satunya  sumber air bagi masyarakat setempat. Air itu berasal dari Pancoran Glodok yang dihubungkan dengan pipa menuju Stadhuiplein. Tetapi air mancur tersebut hilang pada abad ke-19. Pada tahun 1972, diadakan penggalian terhadap lapangan tersebut dan ditemukan pondasi air mancur lengkap dengan pipa-pipanya. Maka dengan bukti sejarah itu dapat dibangun kembali sesuai gambar Johannes Rach, lalu terciptalah air mancur ditengah Taman Fatahillah. Pada tahun 1973 Pemda DKI Jakarta memfungsikan kembali taman tersebut dengan memberi nama baru yaitu “Taman Fatahillah” untuk mengenang panglima Fatahillah pendiri kota Jayakarta. Bangunan Museum fatahillah ini menyerupai Istana Dam di Asterdam, yang terdiri atas bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat serta bangunan sanding yang digunakan sebagai penjara. Pada tanggal 30 Maret 1974, bangunan ini kemudian diresmikan sebagai Museum Fatahillah.

Pada sejarah museum fatahillah berdasarkan pembentukannya hingga bisa kita kunjungi sampai sekarang ini, menyimpan sisa penjajahan didalamnya. Museum Fatahillah terbentuk menjadi dua lantai dengan ruang bawah tanah yang berisikan banyak peninggalan bersejarah, yaitu:
  1. Lantai bawah
    Berisikan peninggalan VOC seperti patung, keramik-keramik barang kerajinan seperti prasasti, gerabah, dan penemuan batuan yang ditemukan para arkeolog. Selain itu terdapat pula peninggalan kerajinan asli Betawi (Batavia) seperti dapur khas Batavia tempo dulu.
  2. Lantai Dua
    Terdapat perabotan peninggalan para bangsa Belanda mulai dari tempat tidur dan lukisan-lukisan lengkap dengan jendela besar yang menghadap alun-alun. Konon, jendela besar inilah yang digunakan untuk melihat hukuman mati para tahanan yang dilakukan ditengah alun-alun.
  3. Ruang Bawah Tanah yang tidak kalah penting pada bangunan ini adalah, penjara bawah tanah para tahanan yang melawan pemerintah Belanda. Terdiri dari 5 ruangan sempit dan pengap dengan bandul besi sebagai belenggu kaki para tahanan.

Transportasi Umum


Pada hari jumat kemarin, saya bersama teman saya, yaitu Vania Vidi Joice datang mengunjungi Museum Fatahillah yang berada di kota Jakarta. Kami kesana menggunakan transportasi umum yang sudah tak asing lagi di Kota Jakarta. Angkutan tersebut sangatlah nyaman, murah dan sangat-sangat terawat sekali. Pasti kalian semua sudah mengenal Transjakarta bukan?, Transjakarta atau sering kita panggil dengan sebutan “Busway” merupakan sistem transportasi Bus Rapid Transit (BRT) pertama di Asia Tenggara dan Selatan yang beroperasi sejak 2004 di Jakarta. Sistem ini didesain berdasarkan sistem Trans Milenio yang sukses di Bogota, Kolombia. Transjakarta dirancang sebagai moda transportasi massal pendukung aktivitas Ibukota yang sangat padat. Transjakarta merupakan sistem BRT dengan jalur lintasan terpanjang di dunia (208 km), serta memiliki 242 stasiun BRT (sebelumnya disebut halte) yang tersebar dalam 13 koridor (jalur), yang awalnya beroperasi dari 05.00 – 22.00 WIB, dan kini beroperasi selama 24 jam di sebagian koridornya.

Transjakarta dioperasikan oleh PT Transportasi Jakarta. Jumlah tenaga kerja yang terlibat dalam operasional Transjakarta (Pramudi, petugas bus, petugas stasiun BRT, dan petugas kebersihan) sekitar 6.000 orang. Jumlah rata-rata harian pengguna Transjakarta diprediksikan sekitar 350.000 orang. Sedangkan pada tahun 2012, jumlah pengguna Transjakarta mencapai 109.983.609 orang.

Pada tahun 2011, sistem ini mencapai kinerja puncak tahunan dengan bus membawa 113,7 juta penumpang dan kemudian pada tahun-tahun berikutnya jumlahnya menurun dan pada tahun 2014, bus membawa 111,6 juta penumpang, sementara pada tahun 2015 melayani 102,95 juta penumpang. Pada 2016, rekor baru 123,73 juta penumpang tercapai. Biaya ongkosnya tetap Rp3.500 per penumpang sejak awal beroperasi.

Ini adalah salah satu contoh kartu Busway yang saya pakai untuk mengunjungi Museum Fatahillah:

Ini adalah foto Busway yang saya naiki untuk menuju Museum Fatahillah:



Transjakarta memiliki sistem BRT terpanjang didunia (203,9 km) panjangnya pada tahun 2017, dengan 13 koridor utama dan 10 rute lintas koridor. Tiga koridor lagi dijadwalkan dimulai pada tahun 2014 atau 2015 dan sebagian akan meningkat. Selain itu ada 18 rute pengumpan yang terus melewati akhir busway eksklusif ke kota-kota disekitar Jakarta dan menggunakan bus khusus yang memungkinkan untuk naik ditingkat dasar atau platform stasiun Transjakarta. Transjakarta memiliki total 80 rute (koridor, lintas Route & feeder route) pada akhir 2016. Peningkatan yang signifikan dari 41 rute ditahun 2015. Sementara transjakarta mengontrak 1.056 bus pada tahun 2016 dan juga meningkat secara signifikan dari 605 bus pada tahun 2015. Transjakarta memiliki lebih dari 1,500 bus dalam tiga bulan pertama 2017 dan menargetkan memiliki 3.000 bus pada akhir tahun.


Itu adalah sedikit cerita dari saya mengenai salah satu transportasi umum yang berada di kota Jakarta yang pernah saya gunakan untuk menembus kemacetan ibukota Jakarta dari kampus saya menuju ke Museum Fatahillah. Dalam postingan selanjutnya, saya akan melanjutkan cerita mengenai perjalanan saya di Museum Fatahillah bersama salah satu teman saya.

Jumat, 30 Juni 2017

RINDU


Rindu...
Kau datang menghampiriku,
Kau datang untuk menyelimutiku,
Kau cekik erat leherku,
Kau hadir untuk merenggut napasku.

Kini aku sendiri, RINDU...
Sendiri meratapi nasibku yang  ditinggal pergi olehnya,
Pergi... pergi.... pergi entah kemana.
Kini..., hanya bekas luka yang ada,
Yang digores begitu dalam olehnya.

Rindu...
Apa kau akan selalu menemaniku?
Apa kau akan selalu mencekik leherku?
Apa kau akan selalu merenggut napasku?
Ya.., AKU akan seperti itu. (Jawabmu kencang ditelingaku)

Rindu...
Kau selalu bertingkah layaknya seorang penjahat,
Kau selalu hadir tanpa aku memintamu,
Aku sudah lelah...
Aku sudah bosan...
Bahkan aku sudah muak denganmu, RINDU....

Sampai kapan dirimu akan selalu hadir dihidupku?
Aku sudah tak ingin bertemu denganmu lagi, RINDU.......


Selasa, 22 Desember 2015

Tembok Berbicara

Siang ini ada rapat di aula sekolah. Ratih tergesah-gesah karena terlambat. Dia terlambat karena dia mengikuti remedial dulu. Novan adalah ketua osis disekolah Ratih. Ratih berlari-lari dari lantai 4 hingga lantai 1. Dia takut telat, jika dia telat Novan akan marah besar dengannya. Tak lupa pasti guru-guru juga akan memarahinya, karna ini adalah rapat yang sangat penting. Sifat Novan yang tengil, sok ngatur, egois, dan sok ganteng itu membuat Ratih tidak suka dengannya. sejak SD dia selalu saja seperti itu. Dia tidak memikirkan hati orang lain. Dia selalu melakukan sesuatu sesuka hatinya saja, tanpa peduli dengan orang lain.

Lusa akan ada lomba menyanyi tingkat kecamatan. Kebetulan Ratih dan Novan adalah siswa pilihan dari sekolah mereka. Untuk kali ini, Novan mengajak ngobrol Ratih. Dia selalu menanyakan hal yang tak penting dengan Ratih. Ratih hanya menjawab tanpa menanya balik kepada Novan. Sangat terlihat jelas, Ratih sangat risih dengan Novan. Tak biasa Novan seperti itu kepada Ratih. Namun, hari ini dia berbeda.

Ketika latihan vocal, Cindy dan Tata sangatlah pandai dalam bernyanyi. Namun mereka memiliki 1 jenis suara yang sama, Bu Anah tidak menyukainya. Kini giliran Ratih dengan Novan. Mereka menyanyikan lagu-lagu jadul. Tak disangka Bu Anah malah menyukai perfom mereka.  Akhirnya Bu Anah memberikan keputusan, bahwa Ratih dan Novanlah yang akan mewakili sekolah mereka.

Hari ini hari senin. Hari dimana lomba akan diselenggarakan. Terlihat sekali banyak peserta dari sekolah lain yang akan memperlihatkan bakat mereka. Pucat sudah wajah Ratih. Lagi-lagi Novan care dengan Ratih. Novan membawakan segelas jus mangga untuk Ratih. Novan sangat khawatir dengan Ratih, karena wajah Ratih sangatlah pucat.
"Rat, minta nomor kamu dong. Disuruh Bu Anah kita tukeran nomor Hp, agar kita lebih mudah jika ingin latihan".


"Baiklah Van." Ratih memberikan nomor hp nya kepada Novan.


Sekarang giliran mereka yang akan bernyanyi untuk menghibur para juri. Novan dengan mengenakan celana jeans dan jas hitam sangatlah tampan. Bagaimana tidak, kulit Novan memang putih. Tak kalah juga dengan Ratih, dia mengenakan dress pendek berwarna putih dan sedikit make-up yang menghiasi wajahnya sangatlah cantik. Banyak sekali teman-temannya yang sengaja datang hanya untuk memberikan semangat untuknya. Mereka semua bersorak-sorak dengan riang gembira telah memberikan Ratih dan Novan semangat.
Setelah acara selesai, Novan pamit ingin kekantin untuk makan. Dia mengajak Ratih,namun Ratih tidak mau karna Ratih masih kenyang. Akhirnya Novan dan yang lainnya pergi ke kantin untuk makan siang. Hanya tinggal Ratih sendiri yang berada di tempat acara itu berlangsung.

"Kring...kring...kring....", Ada nomor tidak dikenal menelpon Ratih. Dia tidak mengangkatnya, karena dia pikir ada orang nyasar menelponnya. Beberapa menit kemudian nomor itu menelpon lagi. Ratih malah kebingungan melihatnya, lalu dia langsung mengangkat telepon itu dengan nada pelan.

"Assalamualaikum Ratih... kamu dimana?", Terdengar suara tidak asing dari telepon itu.

"Wa'alaikumsalam.. ini siapa?", Ratih masih belum mengenali suara itu.

"Aku Novan. Kamu belum menjawab pertanyaanku tadi. Kamu lagi dimana?".

"Oh.. kamu Van. Aku masih di Kecamatan. Emangnya kenapa?", jawab Ratih dengan heran.

"Tadi kamu aku cariin ketempat lomba, terus kamu gak ada disana. Aku pikir kamu udah pulang, mangkanya aku pulang duluan". Novan menjelaskan semuanya.

"Oh iya... aku tadi ke kantin nyariin kamu. Katanya kita mau pulang bareng? Aku kan gatau jalan Van".

"Tapi aku udah dirumah, baru aja sampe. Kamu beneran gatau jalan?".


"Iya Van, aku beneran gatau jalan".



"Yaudah tunggu sebentar, aku akan balik lagi kesana buat jemput kamu. Kamu tunggu aku aja di dekat pintu gerbang. Jangan kemana-mana sampe aku dateng ya".


Telponpun tiba-tiba terputus. Padahal Ratih ingin berkata, "Novan jangan menjemputku. Cuaca sudah mendung, pasti kamu akan kena hujan jika kemari lagi", Tapi dia sudah menutup telponnya. Mau tidak mau Ratih harus menunggu di depan gerbang untuk menunggu Novan datang menjemputnya.

Setengah jam Ratih menunggu, tapi Novan belum juga sampai. Langit semakin mendung, awan-awan hitam telah menyelimuti bumi. Kilat-kilat datang bergantian seperti orang sedang selfie. Tapi Novan belum sampai juga.
Tak lama setelah itu, terdengar suara motor datang menghampirinya. Ternyata itu Novan. Dia menggunakan motor agar lebih cepat sampai di kecamatan. Ratihpun segera pulang dengannya.

Air hujan turun dengan derasnya membasahi mereka berdua. Tepat di dekat salah satu rumah makan, mereka meneduh dahulu. Hujan semakin deras tanpa berhenti. Mengingat ini sudah memasuki bulan januari, memang tak heran. Karena ini sudah menjadi sebuah tradisi di Ibukota Jakarta ini. Setelah hujan mulai redah, mereka melanjutkan lagi perjalanannya menuju ke rumah.

Semakin lama mereka malah dekat. Novan sering bercerita mengenai keluarganya. Novan adalah anak tunggal dikeluarganya. Kedua orangtua Novan telah berpisah sejak ia kecil. Semua ini dikarenakan faktor ekonomi. Ayah Novan sempat menjadi pengangguran ketika kedua orangtua Novan masih bersama. Tetapi setelah mereka berpisah, Ayah Novan sekarang menjadi sukses. Novan dari kecil tinggal bersama ayah, nenek dan kakek nya. Ratih baru mengerti mengapa Novan memiliki sifat buruk seperti itu. Itu semua karena faktor pisahnya kedua orangtuanya. Tapi, semakin lama Ratih dekat dengannya, kini semakin Ratih mengenali dia dengan baik. Ternyata Novan tidak seburuk yang ia pikirkan. Itu semua hanyalah cover nya saja, namun isinya sangat-sangat berbeda.

Sepulang sekolah, Novan mengajak Ratih pulang bersamanya. Arah rumah Ratih dan Novan berbeda dari sekolah. Tetapi Novan rela mengantar Ratih pulang dan dia balik lagi ke arah sekolah untuk pulang kerumahnya. Setiap hari mereka bersama. Bayak sekali orang yang tak suka dengan kedekatan mereka. Bagaimana tidak?, Novan adalah ketua osis dan dia sangat tampan. wanita mana yang tak suka dengannya. Didalam sekolah semua wanita menyukainya, dan masih banyak juga wanita-wanita lain diluar sana yang menyukainya. Sungguh beruntung sekali Novan, semua orang mencintainya.

Tepat tanggal 20 Januari, Novan mengungkapkan isi hatinya kepada Ratih. Dengan membawa setangkai mawar merah dan coklat ditangannya dia memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya didepan orang banyak. Yah... dia menyatakan isi hatinya dilapangan sekolah. Banyak sekali orang yang tertawa melihatnya dan banyak sekali orang yang kesal sampai menangis melihatnya. Ratih tak bisa berkata apa-apa. Dia sangat terkejut melihat Novan, karena baru pertama kalinya ia mendengar seorang laki-laki mengungkapkan isi hatinya didepan orang banyak. Rasa malu dan senang campur menjadi satu. Ratih menerima cinta Novan, semua orang bertepuk tangan untuk mereka semua.

Sejak aksi Novan dilapangan itu, Ratih suka senyum-senyum sendiri. Sampai-sampai teman-temannya meledekinya. Dia hanya tersenyum. Teman-temannya memancing-mancing Ratih untuk berbicara mengenai hubungan Ratih dan Novan. Ratih asik bercerita dengan mereka semua. Semuanya tertawa, semuanya bahagia dan semuanya tersenyum untuk Ratih dan Novan.
Asiknya terbawa cerita, Ratih lupa jika dia telah banyak bercerita tentang Novan kepada teman-temannya. Sekumpulan anak osis (tepatnya osis cewe) datang menghampiri Ratih. Mereka memberikan selamat dengan mimik wajah yang berbeda. Ada yang tersenyum senang, ada yang tersenyum sinis dan ada juga yang meludah saat mengucapkan selamat kepada Ratih. Ratih menghiraukan itu semua, dia hanya tersenyum sambil berjalan menuju kelas.

Beberapa hari Ratih menjalani hubungan sepasang kekasih dengan Novan, banyak sekali rintangan yang mereka lalui, terutama Ratih. Teman-teman Novan sangat tidak suka dengan Ratih. Entah mengapa, yang jelas mereka semua selalu menyindir dan mengejek Ratih. Ratih bersabar dan terus bersabar menghadapinya.

Setiap hari hujan lebat di Jakarta. Lebatnya hujan telah mengakibatkan banjir di DKI Jakarta. Semua siswa-siswi dipulangkan karena air semakin naik menutupi jalanan. Lagi-lagi Ratih dan Novan pulang bersama. Mereka dengan asyik nya hujan-hujanan dengan mengenakan baju sekolah. Ratih yang memegang payung dan Novan yang memakai jas hujan kini melintasi jalanan yang digenangi oleh air. Suasana dinging berlalu begitu saja ketika mereka bercanda-tawa bersama. Mereka sangat senang, dan mereka akan merasakan rindu ketika sekolah diliburkan karena banjir.

Banjir besar kini melanda Ibukota. Ratih bersama Novi (salah satu teman didekat rumahnya) pergi berkeliling mengitari daerah sekolah. Tak disengaja mereka bertemu dengan Novan. Novan hanya memakai celana pendek dan dan kaos berlogo bola menghampiri Ratih. Mereka berbincang-bincang sangat lama. Hingga Ratih lupa akan pulang. Dihabiskannya waktu seharian bersama Novan, setelah jam 5 sore Ratih pulang kerumah dengan hati yang berbunga-bunga.

Banjir telah berlalu, selama 1 minggu lebih sekolah dan kantor diliburkan, kini sudah waktunya semua orang beraktivitas lagi seperti biasa. Setelah mandi pagi, Ratih mendapatkan SMS dari salah satu anggota osis. Isinya SMS itu sangat menyakitkan hati Ratih. Orang itu mengancam Ratih dan berkata "jika anak osis tidak boleh berpacaran dengan orang lain, dia hanya boleh pacaran dengan sesama osis. Semua orang akan mencoba menghancurkan hubunganmu dan Novan, termasuk anak osis". Betapa horornya isi sms itu? Ratih terus memikirkannya.

sudah berbagaicara mereka mencoba menghancurkan hubungan Ratih dan Novan, namun tidak bisa. Tapi kali ini, mereka meng-upload salah satu foto Novan dengan seorang perempuan disalah satu jejaring sosial. Banyak sekali orang yang berkomentar "Mereka berdua cocok ya? Kenapa gak pacaran aja?"  Dan ada juga yang menyindir Ratih dengan berbicara "Jangan gitu dong, diakan udah punya pacar. Awas pacarnya marah, Hahahahah!". Semua orang selalu membahas itu semua dan semua orang selalu menatap Ratih dengan tampang sinis. "Apa salahku? Mereka memperlakukanku seperti ini. Dia tidak membelaku sedikitpun, dia menghilang meninggalkanku sendiri disini bersama luka ini", Ratih selalu berkata seperti itu ketika melihat semua orang memperlakukannya seperti itu. Dia selalu berdoa agar dia cepat lulus dari sekolah itu dan tidak akan bertemu dengan orang-orang jahat seperti itu lagi.

Tepat dipersimpangan kelas, Novan lari dengan membawa hasil karyanya untuk diberikan kepada Ratih. Dia memanggil-manggil Ratih, namun Ratih sedikitpun tak menoleh. Novan berlari mengejar Ratih, sesampainya didepan Ratih Novan berkata, "Bagus gak?, ini buat kamu Rat. Aku membuatnya sendiri. Kamu sukakan?", dengan bahagianya dia menunjukkan hasil karyanya itu kepada Ratih. Namun Ratih malah membuang muka melihatnya. Novan bingung dengannya, dengan sikap Ratih kepadanya. Ratih tidak pernah seperti ini sebelumnya, pasti telah terjadi sesuatu dengannya.
"Kamu kenapa Rat? Kamu marah sama aku?"
Ratih masih diam saja. Dia malah membalikkan badannya kearah belakang. Novan memegang tangan Ratih sambil berkata, "kamu kenapa? Kamu marah sama aku? Cerita Rat, aku salah apa?". Ratih malah pergi meninggalkan Novan sendiri.

Berkali-kali Novan menghubungi Ratih, namun Ratih tidak menjawabnya. Ratih malah menghilang dari kehidupan Novan. Ratih memang mengetahui akun facebooknya Novan. Siang itu dia tidak sengaja telah membuka akun facebook nya Novan. Didalamnya terdapat pesan dari salah satu wanita dari sekolah lain yang telah lama suka dengannya. Novan merespond pesan dari wanita itu. Ratih melihat dengan jelas percakapan mereka itu sangat mesra. Sudah hancur, makin hancur hati Ratih melihat ini semua. Sungguh mereka semua jahat.

Lagi-lagi Novan menghubungi Ratih namun Ratih tak mengangkatnya. Kali ini Novan menelpon, Ratih mengangkatnya. Novan mengajak Ratih untuk bertemu, dia ingin bertanya mengapa Ratih berubah kepadanya. Namun Ratih malah menolak itu semua. Ratih tiba-tiba marah-marah dengannya. Semua amarahnya yang ia tahan selama ini telah ia lontarkan kepada Novan pada hari itu. Akhirnya kata PUTUS pun dilontarkan Ratih kepada Novan. Teleponpun segera dimatikan oleh Ratih. Novan masih saja menelpon Ratih dan Ratih memilih ganti kartu untuk menghindari Novan.

4 bulan berakhir dengan histeris. Kisah cintanya sangatlah rumit. Ratih sangatlah sabar menghadapi teman-temannya itu. Dia juga mengetahui, selama ini jika ia bercerita tentang Novan, disalah satu dari teman-teman dekatnya itu adalah mata-mata dari anak osis. Dia itu musuh dalam selimut. Dia itu sangatlah pintar bersandiwara. Dia juga yang sudah mengadu domba antara Ratih dan anak-anak osis itu. Dia tembok berbicara. Kelihatannya dia diam, tapi aslinya dia akan berbicara kepada semua orang tentang Ratih dan Novan. Betapa jahatnya dia kepada Ratih, perbuatannya sangat memalukan.

Semenjak mereka putus, mereka hilang kontak. Ratih sengaja membuang kartu teleponnya dan menggantinya dengan yang baru. Hampir 2 minggu mereka putus, Ratih melihat Novan dan wanita yang di pesan facebook itu bermesraan berdua diatas motor. "Yah.. dia baik-baik saja. Dia memang baik-baik saja tanpa aku", Ratih sangat kecewa dengan Novan. Sampai sekarang dia masih memendam sakit itu. Betapa sakitnya 1 sekolah membencinya karena Novan. Tapi Novan tidak pernah mengetahui itu. Yang dia tahu, Ratih meninggalkannya dan menghilang darinya. Padahal teman-temannya yang menyingkirkan Ratih dari Novan. Sampai kapan kejahatan itu terungkap? Semua orang sampai saat ini masih menganggap Ratih yang bersalah. Iya bersalah, dia bersalah. Sampai kapan dia akan benar dan dibela? Sampai kapan kebenaran akan terungkap dan berpihak dengannya? Patah hatinya kini membuat dia semangat dalam menjalani kehidupan dan menghadapi kejamnya dunia ini.
Ingatlah... didunia ini masih banyak orang baik. Mereka semua hanyalah sampah yang tak berguna. Berbuat baiklah kepada semua orang dan jangan menyimpan dendam dengan siapapun, karena semua itu hanya akan memperpanjang masalah saja tanpa menguranginya..